Radio Budaya Jawa Pati :

Tampilkan postingan dengan label Video Ketoprak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Video Ketoprak. Tampilkan semua postingan

Ke­to­prak Artis IBUKO­TA “Haryo Penangsang Vs Joko Tingkir”

Ke­to­prak Lakon Haryo Penangsang lawan Joko Tingkir, banyak makna yg terkan­dung dalam cerit­era ini.​ Semoga para penon­ton bisa mere­nun­gi apa yg dis­am­paikan di Lakon ini.
Sumber : Youtube.com Up­load by Lon­doireng

Ringkasan Cerita :
Raden Trenggana naik takhta Demak sejak tahun 1521 bergelar Sultan Trenggana. Pemerintahannya berakhir saat ia gugur di Panarukan, Situbondo tahun 1546. Raden Mukmin menggantikan sebagai sultan keempat bergelar Sunan Prawoto.

Ketoprak Siswo Budoyo "Madrim Sayembara"

Ketoprak Kreasi Baru : Siswo Budoyo, Tulungagung, Pimpinan : Drs. Rachman SAM, mempersembahkan cerita : Seri Angling Darmo - Madrim Sayembara. Sutradara : Totok Sontro



Para Pelaku :
Angkling Darmo .......... Budi Hartanto
Batik Madrim .......... Totok Sontro
Mangunjoyo .......... Arif
Wijanarko .......... Edi
Setyowati .......... Rafika
Emban .......... Elly, Hartiyah, Mintarsih
Pelawak .......... Jo Lewo, Jo Rewel, Jo Konyil
Begawan Manik Sutro .......... Sujud Suryo
Raja Pamupu Sayembara .......... Sandi Asmo
Ulo Tampar .......... Suhirno
Nogo Gini .......... Sriatun
Kamajaya – Ratih .......... Trimo
Kolo Werdati .......... Peni Wardoyo
Patih Kolo Werko .......... Sugeng Rogo
Endang Sasmito Puro .......... Eni

Dekorasi : Tomang Karyanto Cs
Karawitan : Djarwanto Cs
Waranggono : Ny. Darmono
Kamerawan : Budi, Rohid, Lilik
Penata Gambar : Rohid
Operator Audio : Juki, Pri, Hari
Produksi : Perdana Record

Silahkan undhuh MP4 Ketoprak Kreasi Baru "Siswo Budoyo, Tulungagung - Seri Angling Darmo- Madrim Sayembara" disini, dan jika ingin menikmati MP3 nya disini.


Selamat Menyaksikan !






Video Lontang Semarang Gugat

Ketoprak Konyik "Lontang Semarang Gugat"

Berita kematian “Guru Agung Syeh Siti Jenar” yang berubah menjadi “Asu Belang Yungyang” didengar Lontang Semarang salah satu murid Guru Agung Syeh Siti Jenar. Akhirnya Lontang Semarang beserta murid Syeh Siti Jenar dari Lemah Abang yang lain berusaha untuk mencari kebenaran berita tersebut ke Kasultanan Demak.

Sesampai di Demak rombongan Lontang Semarang dihadang Patih Wonosalam, Patih Kasultanan Demak dan tidak diperbolehkan menghadap Sultan Fatah karena saat itu bukan waktu “pisowanan”, dan akhirnya terjadilah peperangan antara rombongan Lontang Semarang dengan prajurit Kasultanan Demak, yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban di pihak prajurit Demak.

Cerita Selanjutnya ikuti Video MP4 Lontang Semarang Gugat
berikut ini
:

Lontang_Semarang_Gugat_01-1.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-10.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-11.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-12.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-13.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-14.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-15.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-16.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-17.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-2.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-3.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-4.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-5.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-6.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-7.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-8.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-9.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_02-1.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_02-2.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_02-3.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_02-4.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_02-5.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_02-6.mp4

Video Maling Kopo Maling Kentiri

Ketoprak Wahyu Budoyo Babad Pati : Maling Kopo Maling Kentiri (Pathak Warak Mbalelo)

Dalam legenda Maling Kopo, dikisahkan bahwa Sunan Muria menghadiri pesta tasyakuran (syukuran) di Juwana yang diadakan Ki Ageng Ngerang, kakek Juru Martani yang kelak akan menjadi pendukung penting Sutawijaya dalam mendirikan Kerajaan Mataram.

Konon pesta yang dihadiri murid-muridnya itu untuk mensyukuri tercapainya usia 20 dari putri Ki Ageng, yakni Dewi Roroyono. Adalah putri tersebut yang menghidangkan makanan dan minuman, dan apa boleh buat membuat salah seorang muridnya, Adipati Pethak Warak,terpesona begitu rupa sehingga berniat menculiknya.

Selanjutnya silahkan download Video MP4 Ketoprak Maling Kopo Maling Kentiri (Pathak Warak Mbalelo) disini dan yang menginginkan file Audio MP3 nya dapat mengunduh disini.

01. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_01-1.mp4
02. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_01-2.mp4
03. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-1.mp4
04. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-2.mp4
05. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-3.mp4
06. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-4.mp4
07. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-5.mp4
08. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-6.mp4
09. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-7.mp4
10. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-1.mp4
11. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-2.mp4
12. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-3.mp4
13. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-4.mp4
14. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-5.mp4
15. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-6.mp4
16. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-7.mp4
17. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-8.mp4
18. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-9.mp4
19. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-10.mp4
20. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-11.mp4
21. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-1.mp4
22. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-2.mp4
23. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-3.mp4
24. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-4.mp4
25. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-5.mp4
26. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-6.mp4
27. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-7.mp4
28. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-8.mp4
29. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-1.mp4
30. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-2.mp4
31. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-3.mp4
32. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-4.mp4
33. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-5.mp4
34. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-6.mp4
35. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-7.mp4
36. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-8.mp4
37. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_06-1.mp4
38. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_06-2.mp4
39. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_06-3.mp4
40. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_06-4.mp4
41. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_06-5.mp4
42. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_06-6.mp4

Video Ondorante - Syeh Jangkung

Pada masa pemerintahan Sultan Agung, ada kawula Kadipaten Pati yang suka membuat onar. Namanya Ondorante. Kisahnya, Ondorante sering marah dan membubarkan orang-orang yang mau salat di masjid. Beduk masjid di rusak, perempuan-perempuan berjilbab diejek, dilempari batu. Berkali-kali umat Islam di desa melawan, namun selalu kalah karena kesaktian Ondorante sangat tinggi. Bahkan ketika Adipati Mangun Oneng (Adipati Pati) dan Tumenggung Sombo Pradan juga turun tangan, keduanya juga dibuat bertekuk lutut oleh Ondorante.

Akhirnya, peristiwa itu dilaporkan ke Mataram. Sultan Agung mengutus Syekh Makdum Alatas untuk menangani ontran-ontran tadi. Kepada Syekh Makdum dijanjikan, kalau bisa ngrangket Ondorante akan dihadiahi tanah untuk mendirikan pondok pesantren di Sitinggil (desa tempat Ondorante berada). Singkat cerita, setelah mereka bertemu, Syekh Makdum dan Ondorante terlibat perdebatan sengit. Dan karena Ondorante tidak mau menyadari kesalahan, maka terjadilah perang tanding. Hanya, perang tanding itu pun juga tidak menyelesaikan masalah. Sebab, kesaktian mereka seimbang. Keduanya sama-sama teguh tanggon, sama-sama memiliki segudang aji jaya kawijayan sekaligus penangkal.
Ketika sedang silih ungkih itu, tiba-tiba Syekh Makdum sadar, dan ingat pesan almarhum guru. Kemudian dia menghindar dari gelanggang dan menemui muridnya, Klinthing Wesi. Kepada si murid ia berbisik, ‘’Rumangsa lingsem aku ditantang bocah nganti padudon ngrembug bab kapitayan. Awit aku kemutan marang dhawuhe guruku biyen, menawa kapitayanmu iku kapitayanmu, kapitayanku iku kapitayanku...’’ Dengan kesadaran seperti itu Syekh Makdum segera melakukan salat makrifat. Setelah salat ia meninggal dengan tenang tanpa sebab. Konon, setelah dikubur, dari makamnya muncul keris yang dapat mengalahkan Ondorante. Keris tersebut dinamai keris Kyai Jangkung.

Dalam kisah ketoprak ini diceritakan pula mengapa Ondorante suka marah-marah terhadap orang-orang yang akan salat di masjid. Ia jengkel mendengar azan, yang oleh Ondorante bunyinya dipelesetkan menjadi: ‘’lawa bubar...lawa bubar.’’ Merusak beduk karena jengkel suaranya kok dipercaya, dan membuat orang-orang berdatangan ke masjid untuk salat. Padahal, beduk hanya terbuat dari kulit sapi. Ia juga jengkel kepada perempuan-perempuan berkerudung (berjilbab) karena tidak bisa melihat dan menikmati kecantikannya. Menurut Ondorante, pakai jilbab seperti orang mau ‘’ngundhuh tawon’’.

Bagi yang ingin menikmati Video Ketoprak Sri Kencono Budoyo : Ondorante - Syeh Jangkung, silahkan download sebanyak 15 file lengkap mp4nya disini dan yang menginginkan file Audio MP3 nya dapat mengunduh disini.

01. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_01-1.mp4
02. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_01-2.mp4
03. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_01-3.mp4
04. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_01-4.mp4
05. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_02-1.mp4
06. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_02-2.mp4
07. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_02-3.mp4
08. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_02-4.mp4
09. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_03-1.mp4
10. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_03-2.mp4
11. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_03-3.mp4
12. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_03-4.mp4
13. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_04-1.mp4
14. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_04-2.mp4
15. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_04-3.mp4