Radio Budaya Jawa Pati :

Sunan Kalijogo

Ketoprak Siswo Budoyo "Sunan Kalijogo Sungkem"
Dari sekian banyak para Wali yang dikenal di Tanah Jawa, mungkin Sunan Kalijaga adalah yang paling masyhur. Selain karena beliau adalah Wali asli dari Tanah Jawa (Tuban), kemasyhuran tersebut tidak lepas dari kedekatan beliau dengan rakyat jelata. Sunan Kalijaga tidak membuat sekat tersendiri berupa pesantren atau sejenisnya seperti Sunan yang lain. Bagi beliau, hamparan kehidupan ini adalah pesantren, dan masyarakat adalah santri yang harus dibimbing.

Di samping itu, beliau membidangi (dalam lembaga Walisongo) hal yang digemari masyarakat Jawa saat itu, yakni dunia mistis.

Banyak peninggalan beliau yang masih lekat dengan dunia mistis, misalnya Wayang Kulit, Kidung Purwajati, Gamelan, dan seterusnya, yang masih hidup di masyarakat Jawa hingga kini. Juga beberapa 'lagu' tenar semacam lagu Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul.


Berikut Audio MP3 Ketoprak Siswo Budoyo "Sunan Kalijaga Sungkem" :
Sunan Kalijogo Sungkem 01.mp3
Sunan Kalijogo Sungkem 02.mp3
Sunan Kalijogo Sungkem 03.mp3
Sunan Kalijogo Sungkem 04.mp3
Sunan Kalijogo Sungkem 05.mp3

Video Lontang Semarang Gugat

Ketoprak Konyik "Lontang Semarang Gugat"

Berita kematian “Guru Agung Syeh Siti Jenar” yang berubah menjadi “Asu Belang Yungyang” didengar Lontang Semarang salah satu murid Guru Agung Syeh Siti Jenar. Akhirnya Lontang Semarang beserta murid Syeh Siti Jenar dari Lemah Abang yang lain berusaha untuk mencari kebenaran berita tersebut ke Kasultanan Demak.

Sesampai di Demak rombongan Lontang Semarang dihadang Patih Wonosalam, Patih Kasultanan Demak dan tidak diperbolehkan menghadap Sultan Fatah karena saat itu bukan waktu “pisowanan”, dan akhirnya terjadilah peperangan antara rombongan Lontang Semarang dengan prajurit Kasultanan Demak, yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban di pihak prajurit Demak.

Cerita Selanjutnya ikuti Video MP4 Lontang Semarang Gugat
berikut ini
:

Lontang_Semarang_Gugat_01-1.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-10.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-11.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-12.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-13.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-14.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-15.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-16.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-17.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-2.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-3.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-4.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-5.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-6.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-7.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-8.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_01-9.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_02-1.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_02-2.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_02-3.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_02-4.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_02-5.mp4
Lontang_Semarang_Gugat_02-6.mp4

Video Maling Kopo Maling Kentiri

Ketoprak Wahyu Budoyo Babad Pati : Maling Kopo Maling Kentiri (Pathak Warak Mbalelo)

Dalam legenda Maling Kopo, dikisahkan bahwa Sunan Muria menghadiri pesta tasyakuran (syukuran) di Juwana yang diadakan Ki Ageng Ngerang, kakek Juru Martani yang kelak akan menjadi pendukung penting Sutawijaya dalam mendirikan Kerajaan Mataram.

Konon pesta yang dihadiri murid-muridnya itu untuk mensyukuri tercapainya usia 20 dari putri Ki Ageng, yakni Dewi Roroyono. Adalah putri tersebut yang menghidangkan makanan dan minuman, dan apa boleh buat membuat salah seorang muridnya, Adipati Pethak Warak,terpesona begitu rupa sehingga berniat menculiknya.

Selanjutnya silahkan download Video MP4 Ketoprak Maling Kopo Maling Kentiri (Pathak Warak Mbalelo) disini dan yang menginginkan file Audio MP3 nya dapat mengunduh disini.

01. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_01-1.mp4
02. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_01-2.mp4
03. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-1.mp4
04. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-2.mp4
05. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-3.mp4
06. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-4.mp4
07. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-5.mp4
08. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-6.mp4
09. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_02-7.mp4
10. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-1.mp4
11. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-2.mp4
12. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-3.mp4
13. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-4.mp4
14. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-5.mp4
15. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-6.mp4
16. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-7.mp4
17. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-8.mp4
18. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-9.mp4
19. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-10.mp4
20. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_03-11.mp4
21. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-1.mp4
22. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-2.mp4
23. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-3.mp4
24. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-4.mp4
25. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-5.mp4
26. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-6.mp4
27. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-7.mp4
28. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_04-8.mp4
29. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-1.mp4
30. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-2.mp4
31. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-3.mp4
32. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-4.mp4
33. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-5.mp4
34. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-6.mp4
35. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-7.mp4
36. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_05-8.mp4
37. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_06-1.mp4
38. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_06-2.mp4
39. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_06-3.mp4
40. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_06-4.mp4
41. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_06-5.mp4
42. Maling_Kopo_Maling_Kentiri_06-6.mp4

Video Ondorante - Syeh Jangkung

Pada masa pemerintahan Sultan Agung, ada kawula Kadipaten Pati yang suka membuat onar. Namanya Ondorante. Kisahnya, Ondorante sering marah dan membubarkan orang-orang yang mau salat di masjid. Beduk masjid di rusak, perempuan-perempuan berjilbab diejek, dilempari batu. Berkali-kali umat Islam di desa melawan, namun selalu kalah karena kesaktian Ondorante sangat tinggi. Bahkan ketika Adipati Mangun Oneng (Adipati Pati) dan Tumenggung Sombo Pradan juga turun tangan, keduanya juga dibuat bertekuk lutut oleh Ondorante.

Akhirnya, peristiwa itu dilaporkan ke Mataram. Sultan Agung mengutus Syekh Makdum Alatas untuk menangani ontran-ontran tadi. Kepada Syekh Makdum dijanjikan, kalau bisa ngrangket Ondorante akan dihadiahi tanah untuk mendirikan pondok pesantren di Sitinggil (desa tempat Ondorante berada). Singkat cerita, setelah mereka bertemu, Syekh Makdum dan Ondorante terlibat perdebatan sengit. Dan karena Ondorante tidak mau menyadari kesalahan, maka terjadilah perang tanding. Hanya, perang tanding itu pun juga tidak menyelesaikan masalah. Sebab, kesaktian mereka seimbang. Keduanya sama-sama teguh tanggon, sama-sama memiliki segudang aji jaya kawijayan sekaligus penangkal.
Ketika sedang silih ungkih itu, tiba-tiba Syekh Makdum sadar, dan ingat pesan almarhum guru. Kemudian dia menghindar dari gelanggang dan menemui muridnya, Klinthing Wesi. Kepada si murid ia berbisik, ‘’Rumangsa lingsem aku ditantang bocah nganti padudon ngrembug bab kapitayan. Awit aku kemutan marang dhawuhe guruku biyen, menawa kapitayanmu iku kapitayanmu, kapitayanku iku kapitayanku...’’ Dengan kesadaran seperti itu Syekh Makdum segera melakukan salat makrifat. Setelah salat ia meninggal dengan tenang tanpa sebab. Konon, setelah dikubur, dari makamnya muncul keris yang dapat mengalahkan Ondorante. Keris tersebut dinamai keris Kyai Jangkung.

Dalam kisah ketoprak ini diceritakan pula mengapa Ondorante suka marah-marah terhadap orang-orang yang akan salat di masjid. Ia jengkel mendengar azan, yang oleh Ondorante bunyinya dipelesetkan menjadi: ‘’lawa bubar...lawa bubar.’’ Merusak beduk karena jengkel suaranya kok dipercaya, dan membuat orang-orang berdatangan ke masjid untuk salat. Padahal, beduk hanya terbuat dari kulit sapi. Ia juga jengkel kepada perempuan-perempuan berkerudung (berjilbab) karena tidak bisa melihat dan menikmati kecantikannya. Menurut Ondorante, pakai jilbab seperti orang mau ‘’ngundhuh tawon’’.

Bagi yang ingin menikmati Video Ketoprak Sri Kencono Budoyo : Ondorante - Syeh Jangkung, silahkan download sebanyak 15 file lengkap mp4nya disini dan yang menginginkan file Audio MP3 nya dapat mengunduh disini.

01. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_01-1.mp4
02. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_01-2.mp4
03. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_01-3.mp4
04. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_01-4.mp4
05. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_02-1.mp4
06. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_02-2.mp4
07. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_02-3.mp4
08. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_02-4.mp4
09. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_03-1.mp4
10. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_03-2.mp4
11. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_03-3.mp4
12. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_03-4.mp4
13. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_04-1.mp4
14. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_04-2.mp4
15. Ondorante_-_Syeh_Jangkung_04-3.mp4

Lontang Semarang Gugat

Ketoprak Konyik CS "Lontang Semarang Gugat"

Berita kematian “Guru Agung Syeh Siti Jenar” yang berubah menjadi “Asu Belang Yungyang” didengar Lontang Semarang salah satu murid Guru Agung Syeh Siti Jenar. Akhirnya Lontang Semarang beserta murid Syeh Siti Jenar dari Lemah Abang yang lain berusaha untuk mencari kebenaran berita tersebut ke Kasultanan Demak.

Sesampai di Demak rombongan Lontang Semarang dihadang Patih Wonosalam, Patih Kasultanan Demak dan tidak diperbolehkan menghadap Sultan Fatah karena saat itu bukan waktu “pisowanan”, dan akhirnya terjadilah peperangan antara rombongan Lontang Semarang dengan prajurit Kasultanan Demak, yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban di pihak prajurit Demak.

Sementara di pendopo Kasultanan Demak, para Wali sedang membicarakan masalah matinya Syeh Siti Jenar yang berubah menjadi Asu Belang Yungyang, tiba-tiba Lontang Semarang sudah masuk ke pendopo tersebut untuk menanyakan kebenaran berita kematian dan dimana makam Syeh Siti Jenar. Para Wali tidak bisa dan tidak ada yang berani menjelaskan sebab musabab kematian dan makam Syeh Siti Jenar.

Setelah para Wali tidak bisa dimintai keterangan kebenaran matinya Syeh Siti Jenar, kemudian Lontang Semarang tapa pepe “klesedan” di Alun Alun Kudus sesuai saran Sunan Bonang yang menjanjikan akan diberi keterangan matinya Syeh Siti Jenar setelah “selapan dina” (36 hari).

Akhirnya yang bisa dan berani menjelaskan kepada Lontang Semarang makna “Asu Belang Yungyang” dan letak makam Syeh Siti Jenar adalah Sunan Kalijogo dari Kadilangu Demak. Makna Asu Belang Yungyang menurut Sunan Kalijogo adalah “ASU” artinya Agama Suci Utamakno, “BELANG” artinya setelah matinya Syeh Siti Jenar ada bau wangi maksreBEL terus iLANG, “YUNGYANG” artinya dipaYUNGi YANG Maha Kuwasa. Dan Sunan Kalijogo menunjukkan letak makam Syeh Siti Jenar di belakang pangimaman Mesjid Demak yaitu makam yang paling panjang.

Namun saat Lontang Semarang sedang sujud di makam Guru Syeh Siti Jenar, Sunan Kudus memerintahkan kepada muridnya untuk membunuh Lontang Semarang. Demikian juga matinya Syeh Siti Jenar karena diminta oleh Sunan Kudus. Dari legenda ini, kita bisa mencatat, tak satu pun aksi dilakukan Sunan Kudus sendiri, semuanya dikerjakan orang lain untuknya.

Audio MP3 Ketoprak Konyik Cs : Lontang Semarang Gugat, Silahkan download disini atau silahkan download link dibawah ini :

Lontang_Smg_gugat_01.mp3
Lontang_Smg_gugat_02.mp3
Lontang_Smg_gugat_03.mp3
Lontang_Smg_gugat_04.mp3
Lontang_Smg_gugat_05.mp3
Lontang_Smg_gugat_06.mp3

Babad Pati Sumali Mbalelo

Ketoprak Wahyu Manggolo : Babad Pati Sumali Mbalelo

Inti kisahnya bercerita tentang perjuangan Empu Sumali - warga Desa Perdikan Klaling (Kudus) yang ingin menuntut janji Adipati Pati guna meminta tanah ''Bumi Botak Kulon Negara''.

Tekad Sumali untuk nggecak perang ke bumi Pati sudah tak bisa ditawar lagi. Menurutnya, Adipati Joyokusumo telah ingkar. Janji untuk memberikan ”Bumi Buthak Kulon Negara” sebagai penghargaan atas jasa Sumali, hingga bertahun-tahun tak ada kabar beritanya.

”Diadhangana bakal mlumpat, didhadungana bakal uwal. ‘Bumi buthak kulon negara’ harus segera diserahkan,” tekadnya. Maka pilihan yang ditempuh Sumali pun terang benderang: madeg kraman! Menggelar pemberontakan untuk merebut tanah yang telah lama dijanjikan.

Meski akhirnya tewas, karena terkena bujuk istri rekan empunya, Ny Santi (istri Empu Sumarno), toh perjuangannya akhirnya dapat dicatat dalam ingatan warga. Bahwa, seorang pemimpin harus dapat menepati semua janji dan perkataannya.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com

Audio MP3 Ketoprak Wahyu Manggolo : Babad Pati, Sumali Mbalelo silahkan download disini atau silahkan download link dibawah ini :
01 Sumali mbalelo.mp3
02 Sumali mbalelo.mp3
03 Sumali mbalelo.mp3
04 Sumali mbalelo.mp3
05 Sumali mbalelo.mp3
06 Sumali mbalelo.mp3
07 Sumali mbalelo.mp3

Album Emas Koes Plus

Koes Plus adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock 'n roll di Indonesia. Sampai sekarang, grup musik ini kadang masih tampil di pentas musik membawakan lagu-lagu lama mereka, walaupun hanya tinggal dua anggotanya (Yon dan Murry) yang aktif.

Lagu-lagu mereka banyak dibawakan oleh pemusik lain dengan aransemen baru. Sebagai contoh, Lex's Trio membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T'lah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh Chrisye, serta Manis dan Sayang yang dibawakan oleh Kahitna.

Koes Plus Album Emas I

Nikmati Koes Plus Album Emas I disini

Daftar isi Koes Plus Album Emas I :
01 - Muda Mudi.mp3
02 - Bujangan.mp3
03 - Kapan-kapan.mp3
04 - Jangan Cemburu.mp3
05 - Diana.mp3
06 - Pelangi.mp3
07 - Hidup Yang Sepi.mp3
08 - Main Belakang.mp3
09 - Layang-layang.mp3
10 - Tul Jaenak.mp3
11 - Kolam Susu.mp3
12 - Nusantara V.mp3
13 - Bis Sekolah.mp3
14 - Dara Manisku.mp3
15 - Oh Kasihku.mp3
16 - Mari-Mari.mp3
17 - Buat Apa Susah.mp3
18 - Pagi Yang Indah.mp3
19 - Mobil Tua.Mp3
20 - Ya Fatimah.mp3
21 - Percayalah.Mp3
22 - Nusantara.mp3
23 - Oh Kasihan.mp3
24 - Apa Salahku.mp3
25 - Sendiri Dan Rahasia.mp3
26 - Nusantara VII.mp3
27 - Jemu.mp3
28 - Maafkan Aku.mp3
29 - Kr. Pertemuan.Mp3
30 - O La La.mp3
31 - Oh Kau Tahu.mp3
32 - Desember.mp3
33 - Kota Lama.mp3
34 - Jangan Bimbang Ragu.mp3
35 - Cinta Buta.mp3
36 - Nusantara VI.mp3
37 - Terlambat.mp3


Koes Plus Album Emas II
Nikmati Koes Plus Album Emas II disini

Daftar lagu Koes Plus Album Emas II :
01 - Kembali Ke Jakarta.mp3
02 - Kisah Sedih Di Hari Minggu.mp3
03 - Nusantara III.mp3
04 - Belajar Bernyanyi.mp3
05 - Penyanyi Tua.mp3
06 - Doa Suciku.mp3
07 - Manis Dan Sayang.mp3
08 - Anak Manja.mp3
09 - Jangan Marah.mp3
10 - Perasaan.mp3
11 - Hatiku Beku.mp3
12 - Cintamu Telah Berlalu.mp3
13 - Why Do You Love Me.mp3
14 - Desaku.mp3
15 - Jiwa Nusantara.mp3
16 - Semua Sama.mp3
17 - Maria.mp3
18 - Derita.mp3
19 - Tak Mengerti.mp3
20 - Masa Muda.mp3
21 - Masa Remaja.mp3
22 - Kala-Kala.mp3
23 - Seindah Matahari.mp3
24 - Disana Sini.mp3
25 - Sita Satu Satu.mp3
26 - Terang Bulan Yang Sedih.mp3
27 - Hatimu Hatiku.mp3
28 - Dewi Rindu.mp3
29 - Angin Laut.mp3
30 - Telaga Sunyi.mp3
31 - Senja Kelabu.mp3
32 - Kembali.mp3